SABUNITIZER (The Carpenter-Kelompok 4 ET2008)
I. LATAR BELAKANG
Saat ini, kuman penyakit semakin banyak dan beragam. Menurut dr Hanny
Nilasari, SpKK, dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM, 80%
penyakit pada anak menular lewat tangan. Penyakit yang paling banyak menular
media melalui tangan adalah yang disebabkan oleh bakteri, seperti diare. Kuman
diare bisa menempel di tangan, yang kemudian berpindah ketika seseorang
memegang benda lain yang akan dipegang oleh orang lain. Oleh karena itu, sangat
penting untuk menerapkan perilaku hidup sehat dengan mencuci tangan dengan
sabun atau menggunakan handsanitizer
(pencuci tangan antiseptik).
Namun, timbul permasalahan baru ketika mencuci tangan dengan sabun/ handsanitizer khususnya di tempat umum.
Ketika mencuci tangan setelah makan dan menyentuh banyak benda lainnya,
seseorang tentunya menyentuh sabun tersebut untuk menekannya agar keluar. Hal
ini membuat tutup sabun tersebut tidak higienis. Dengan begitu, penyakit juga
bisa tersebar lewat sabun/handsanitizer di
tempat umum.
Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang, kami membuat
sebuah sistem embedded yang dapat menyelesaikan masalah di atas. Prototype yang kami buat adalah Sabunitizer,
yaitu prototype yang dapat
mengeluarkan sabun dan handsanitizer tanpa ada kontak fisik/ tanpa perlu ditekan.
Sabun dan handsanitizer akan keluar
secara otomatis ketika tangan terdeteksi di bawah prototype kami.
II.
PROBLEM STATEMENT
1.
Bagaimana Sabunitizer bekerja?
2.
Apakah Sabunitizer berhasil bekerja setelah di uji coba?
III. TUJUAN
1.
Memahami cara kerja Sabunitizer
2.
Menjelaskan keberhasilan Sabunitizer setelah diuji coba
IV.
PEMILIHAN RANCANGAN
1. Rancangan pertama : Bahan
utama menggunakan infraboard dan sabun
ditekan dengan memanfaatkan micro servo.
2. Rancangan kedua : Bahan
luar menggunakan infraboard, bahan
rangka utama mekanik menggunakan triplek, dan sabun ditekan dengan memanfaatkan
high torque servo.
Rancangan yang dipilih adalah
rancangan kedua. Hal ini diputuskan berdasarkan pertimbangan kerasnya tutup
sabun yang membutuhkan tenaga yang besar untuk menekannya. High
torque servo yang kami pakai mempunyai torsi sebesar 10 kg, sehingga
diasumsikan akan mampu menekan sabun dan handsanizier.
Triplek juga harus dipakai dalam rangka Sabunitizer karena kami menggunakan
high torque servo yang memiliki torsi
besar, rangka juga harus kuat agar tetap kokoh ketika servo
berputar.
V. JADWAL
Tanggal
|
Rencana Kegiatan
|
12
Mei 2019
|
Perencanaan
konsep prototype
|
13-14
Mei 2019
|
Pembuatan
rangkaian elektronik dan casing dasar
|
15-18
Mei 2019
|
Pembuatan
seluruh casing, mekanisme prototype, finishing prototype, mulai membuat laporan dan power point
|
19
Mei 2019
|
Pembuatan
video, editing
video,
penyelesaian laporan dan power point
|
20 Mei 2019
|
Presentasi tugas besar
|
VI.
DESAIN RINCI
1.
Desain Rangka
Gambar
1 Bentuk casing
Desain Sabunitizer
menggunakan bahan infraboard di
bagian luar. Untuk mempercantik desain luar,
digunakan juga kertas warna pembungkus bunga yang anti air. Seluruh bahan yang
digunakan dalam casing luar adalah
bahan anti air, sehingga aman untuk disimpan di kamar mandi/ wastafel. Sabun
dan handsanitizer juga tidak ditutupi
dengan casing agar dapat dengan mudah
diisi ulang ketika habis. Bagian atas juga dibuka agar baterai dapat dengan mudah
diganti oleh pengguna ketika baterai habis.
Gambar
2 Bagian casing tampak depan
Bagian kerangka dalam disusun dengan menggunakan
triplek. Hal ini agar rangka kuat menahan torsi high torque servo. Mekanisme menekan sabun dan handsanitizer secara otomatis adalah di bagian bawah terdapat high torque servo yang dihubungkan
dengan benang kuat kepada penekan yang terbuat dari triplek. Sabun dan handsanitizer diletakkan di bawah
penekan triplek. Sensor ultrasonik diletakkan di atas. Ketika tangan terdeteksi
oleh sensor ultrasonik, servo akan
berputar ke bawah dan membuat penekan bergerak ke bawah lalu menekan sabun dan handsanitizer. Sabun dan handsanitizer pun akan keluar secara
otomatis.
2.
Desain rangkaian
(a)
(b)
Gambar
3 (a) Rangkaian pada bagian
atas casing, (b) Skema rangkaian
Komponen utama yang digunakan dalam Sabunitizer ini
meliputi arduino, dua servo, dan dua sensor ultrasonik. Arduino menggunakan daya eksternal
sebesar 9V dengan kutub positif baterai dihubungkan dengan pin Vin pada arduino dan kutub negatif baterai
dihubungkan dengan pin GND pada arduino.
Pin Vcc pada sensor ultrasonik dihubungkan dengan pin 5V pada arduino dan pin GND dihubungkan dengan
GND pada arduino. Pin trigger pada sensor 1 dan sensor 2
masing-masing dihubungkan dengan pin 10 dan 8 pada arduino serta pin echo dihubungkan
dengan pin 9 dan 7. Daya pada servo
diperoleh dari baterai jenis AA senilai 6 Volt yang berasal dari 4 baterai 1,5
Volt yang diserikan. Kutub positif dihubungkan dengan pin power pada servo dan kutub negatif baterai
dihubungkan dengan pin GND pada servo.
Pin signal pada servo 1 dan servo 2
masing-masing dihubungkan dengan pin 3 dan 5 pada arduino. Semua pin GND pada rangkaian dihubungkan menjadi satu.
3.
Cara kerja program
Hal pertama yang program lakukan adalah menginisiasi servo mati (keadaan awal, yaitu servo menghadap ke atas). Sensor
ultrasonik akan mengecek apabila ada gangguan pada sistem (misalnya,
ada benda yang
diletakkan di bawah Sabunitizer
dengan sengaja, dll). Apabila
terdeteksi gangguan, maka program tidak akan masuk pada mode normal. Apabila
tidak terdeteksi gangguan, program memasuki mode normal. Pada mode normal,
pertama-tama sensor ultrasonik akan mengecek apakah ada benda di bawah sensor
dengan jarak kurang dari 15 cm (ada
tangan atau tidak). Apabila ada, proses mekanisme penekanan sabun dan handsanitizer akan bekerja. Sabun dan handsanitizer pun akan keluar. Namun,
ketika terdeteksi benda berada di bawah sensor lebih dari 4 detik, hal tersebut dianggap gangguan,
sehingga program akan ter-reset ke
awal dengan watchdog timer.
VII. PROTOTYPING
Dalam proses prototyping,
pertama-tama kami membuat rangka infraboard
dan mencoba menekan sabun dan handsanitizer
dengan micro servo. Namun, sabun
dan handsanitizer tidak keluar karena
torsi kurang kuat. Pada akhirnya, servo
pun diganti menjadi high torque servo.
Ketika mencoba high
torque servo , dibutuhkan tenaga yang sangat besar untuk menahannya. Kami
pun akhirnya memutuskan membuat rangka dalam dari triplek agar kuat menahan
torsi high torque servo. Mekanisme
baru juga dipikirkan untuk menekan sabun dan handsanitizer dengan tepat. Akhirnya dibuatlah mekanisme penekanan
sabun dan handsanitizer seperti yang
sudah dijelaskan pada subbab sebelumnya.
VIII. PENGUJIAN
Pengujian yang dilakukan berjalan sukses, baik untuk handsanitizer maupun sabun. Sabunitizer
berhasil mengeluarkan sabun dan handsanitizer
tanpa kontak langsung (hanya dengan deteksi tangan dari sensor ultrasonik).
Hal-hal yang kurang dari prototype
kami adalah tidak bisa dipastikan kapan prototype
me-reset karena tanda hanya berupa
lampu led kecil
pada arduino. Selain itu,
bagian rangka infraboard juga masih
sering lepas karena tekanan dari rangka triplek. Sabunitizer juga menggunakan
tenaga baterai yang cepat habis daya nya.
IX. PERBAIKAN/IMPROVEMENT
Improvement
yang bisa
dilakukan antara lain :
1.
Prototype lebih baik menggunakan satu supply
saja agar lebih hemat tempat dan biaya.
2.
Daripada
tenaga baterai, alangkah lebih baik menggunakan tenaga AC dari colokan listrik
rumah, karena tidak perlu repot untuk mengganti baterai ketika daya habis dan
bisa digunakan untuk jangka panjang.
3.
Desain bisa dibuat lebih kuat dan rapih lagi
dengan cara memperbesar ukuran rangka infraboard
sehingga tidak terlalu mepet dengan rangka triplek. Desain rangka juga bisa dipercantik lagi
dengan menambah hiasan dan merapikan rangka.
4.
Untuk
menandai bahwa prototype sudah ter-reset ke awal, dapat digunakan buzzer agar lebih jelas daripada hanya
sekedar led.
X.
KESIMPULAN
1.
Cara kerja saboenitizier adalah
pertama-tama, program akan menginisiasi keadaan awal, yaitu servo menghadap ke atas. Sensor
ultrasonik akan mengecek apabila ada gangguan pada sistem. Apabila terdeteksi
gangguan, maka program tidak akan masuk pada mode normal. Apabila tidak
terdeteksi gangguan, program memasuki mode normal. Pada mode normal,
pertama-tama sensor ultrasonik akan mengecek apakah ada benda di bawah sensor
dengan jarak kurang dari 15 cm. Apabila ada, proses mekanisme penekanan sabun
dan handsanitizer akan bekerja .
Sabun dan handsanitizer pun akan
keluar. Namun, ketika terdeteksi benda lebih dari 4 detik, hal tersebut
dianggap gangguan, sehingga program akan ter-reset ke awal dengan watch
dog timer.
2.
Dapat disimpulkan setelah pengujian
bahwa prototype berhasil mengeluarkan
sabun dan handsanitizer secara
otomatis tanpa kontak fisik dengan tangan.





Komentar
Posting Komentar